Estimasi Biaya dan Rute pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci dari Jakarta

Jalur sungai Pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci, sumber: BASECAMP PERMADI GUCI/maps
Gunung Slamet, dengan ketinggian 3.428 mdpl sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, memiliki beberapa jalur pendakian resmi yang tersebar di beberapa kabupaten. Jalur-jalur ini menawarkan tingkat kesulitan dan pengalaman yang berbeda-beda.

Secara umum, jalur pendakian Gunung Slamet yang paling populer dan sering digunakan adalah: jalur Bambangan (Purbalingga), jalur Gunung Malang (Purbalingga), jalur Baturraden (Banyumas), jalur Kaliwadas (Brebes), jalur Dipajaya (Pemalang), dan jalur Guci (Tegal).

Sebelum melakukan pendakian biaya adalah salah satu syarat penting. Untuk itu harus dipersiapkan dengan matang agar pendakian berjalan dengan baik, lancar dan selamat.

Estimasi biaya dan rute pendakian Gunung Slamet via Guci dari Jakarta dapat bervariasi tergantung pada pilihan transportasi, waktu perjalanan, dan pengeluaran pribadi. Berikut adalah rincian lengkapnya:

Biaya Pendakian

1. Biaya Transportasi dari Jakarta ke Tegal:
  • Kereta Api: Ini adalah salah satu pilihan tercepat dan paling nyaman. Anda bisa naik kereta dari Stasiun Gambir atau Stasiun Senen menuju Stasiun Tegal. Harga tiketnya sangat bervariasi, mulai dari sekitar Rp 100.000 (untuk kelas ekonomi) hingga Rp 400.000 ke atas (untuk kelas eksekutif), tergantung pada jenis kereta, waktu pemesanan, dan ketersediaan.
  • Bus: Banyak pilihan bus dari berbagai terminal di Jakarta (seperti Kampung Rambutan, Lebak Bulus, atau Kalideres) menuju Terminal Tegal. Harga tiket bus berkisar antara Rp 120.000 hingga Rp 180.000 per orang sekali jalan, tergantung pada operator dan fasilitas bus.

2. Biaya Transportasi Lokal dari Tegal ke Pos Guci:

  • Dari Terminal atau Stasiun Tegal, Anda perlu melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Permadi Guci yang terletak di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
  • Angkutan Umum: Anda bisa naik angkutan umum atau bus mini jurusan Tegal-Guci. Biaya transportasi ini relatif terjangkau, sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per orang.
  • Ojek: Jika Anda datang sendirian atau rombongan kecil dan ingin lebih cepat sampai, Anda bisa menyewa ojek. Biaya ojek dari Tegal ke Guci bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per orang, tergantung negosiasi.

3. Biaya Perizinan (Simaksi) dan Retribusi:

  • SIMAKSI: Biaya registrasi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi Rp 35.000 /       orang, sudah termasuk asuransi.

Estimasi Total Biaya (Rata-rata)

Dengan asumsi perjalanan pergi-pulang selama 2 hari 1 malam dan menggunakan transportasi bus atau kereta api ekonomi, perkiraan total biaya pendakian per orang dari Jakarta adalah sekitar Rp 350.000 hingga Rp 600.000, tidak termasuk biaya logistik (makan, perlengkapan sewa, dan pengeluaran pribadi lainnya).

Catatan : Biaya diatas belum termasuk biaya logistik, dan biaya pribadi. Rincian biaya tersebut adalah estimasi biaya yang sewaktu-waktu berubah, bawalah uang lebih untuk pengeluaran tak terduga.

Basecamp Permadi Guci, sumber : Ian Blue78/maps
Info basecamp :

Rute Pendakian Gunung Slamet via Guci

Jalur Guci dikenal sebagai salah satu rute yang menawarkan keindahan hutan yang masih asri dan suasana yang tidak terlalu ramai. Total waktu pendakian normalnya berkisar antara 8 hingga 12 jam, tergantung pada kondisi fisik pendaki.

Berikut adalah rincian jalur pendakian dari basecamp hingga ke puncak:

  • Basecamp Permadi Guci: Titik awal pendakian dan tempat registrasi. Basecamp ini berada di ketinggian sekitar 1.250 mdpl. Setelah registrasi dan briefing, pendakian dimulai.
  • Basecamp → Pos 1 (Blabak): Perjalanan ini memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Jalur masih berupa jalan setapak dengan tanjakan landai yang menembus hutan pinus dan perkebunan warga.
  • Pos 1 (Blabak) → Pos 2 (Rimpakan): Waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Medan mulai menanjak lebih curam dan vegetasi berubah menjadi hutan tropis yang lebih lebat.
  • Pos 2 (Rimpakan) → Pos 3 (Selo Pethak): Jaraknya cukup jauh dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jalur didominasi tanjakan panjang yang menguras tenaga.
  • Pos 3 (Selo Pethak) → Pos 4 (Amreta): Perjalanan sekitar 2 jam. Medan semakin berat dengan banyak tanjakan dan jalur berbatu. Pos 4 sering dijadikan area camp favorit para pendaki karena areanya yang cukup luas.
  • Pos 4 (Amreta) → Pos 5 (Watu Ireng): Jalur ini dikenal cukup ekstrem dengan tanjakan yang curam dan berbatu. Waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam. Pos 5 adalah pos terakhir sebelum jalur menuju puncak.
  • Pos 5 (Watu Ireng) → Puncak (Surono): Ini adalah jalur terberat yang sering disebut "trek neraka". Perjalanan menuju puncak memakan waktu sekitar 2-3 jam. Jalur didominasi pasir dan bebatuan lepas yang membuat setiap langkah terasa berat. Namun, setelah melewati tantangan tersebut, Anda akan disambut oleh pemandangan kawah dan lautan awan dari puncak tertinggi di Jawa Tengah.

Jalur menuju puncak Gunung Slamet via Permadi Guci, sumber: porter_slamet/instagram
Penting untuk diperhatikan:

  • Jalur Guci memiliki sumber air di beberapa titik, namun pendaki tetap dianjurkan untuk membawa persediaan air yang cukup.
  • Status aktivitas Gunung Slamet sering berubah, pastikan untuk memeriksa informasi terbaru dari Balai Taman Nasional Gunung Slamet atau pihak basecamp sebelum melakukan pendakian
  • Camp Area Lahan luas sebelum Pos 4 terdapat lahan yg cukup luas dan cukup untuk puluhan tenda. Akses ke pos 4 pun cukup dekat sehingga tidak perlu khawatir untuk air. Hanya saja sepertinya kurang direkomendasikan jika hujan dan badai. Karena lahannya sangat terbuka dan khawatir menjadi aliran air. 
  • Pos 4 Ini adalah tempat camp paling direkomendasikan. Karena jarak turun maupun summit bisa dibilang sama. Di pos 4 ini jg ada mushola, sumber air yg melimpah dari kran air, dan wc. 
  • Pos 5 camp area ini kurang direkomendasikan karena dataran tanahnya kurang rata dan malah cenderung sangat miring. Pendakian dibatasi hanya sampai Pos 5 (Watu Ireng) jika aktivitas gunung meningkat, untuk alasan keamanan

Mendaki gunung bukanlah aktivitas yang bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan persiapan matang dari berbagai aspek: wajib ijin orang tua atau keluarga, persiapkan fisik, mental, peralatan, perizinan, hingga logistik. Dengan mempersiapkan segala hal sebelum pendakian, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga tim dan kelestarian alam.

Gunung akan selalu ada. Jangan pernah memaksakan diri jika belum siap. Pendakian yang bertanggung jawab akan memberi pengalaman luar biasa dan mempererat hubungan dengan alam. Nikmati perjalanan, bukan hanya puncaknya.

Selamat berpetualang! Hormati adat budaya setempat!
Utamakan Keselamatan!
BAWA TURUN SAMPAHMU!

Posting Komentar untuk "Estimasi Biaya dan Rute pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci dari Jakarta "